Habib Chirzin’s Weblog

Blog On Peace, Human Rights and Human Responsibilities

Posts Tagged ‘pembangunan

KERJASAMA PEMBANGUAN DUNIA ISLAM : PERLU PENGEMBANGAN MODEL

leave a comment »

KERJASAMA PEMBANGUAN DUNIA ISLAM :

PERLU PENGEMBANGAN MODEL

Oleh

M. Habib Chirzin

( President, Islamic Forum for Peace and Development Millennium

dan Council, Asian Muslim Action Network )

I- Rintisan Jalan UMY – IIUM

Kerjasama antara Negara-negara Muslim diharapkan dapat memacu laju pembangunan di Negara-negara yang mayoritas penduduknya masih bergelut dengan masalah kemiskinan, tingginya angka kematian ibu dan anak, rendahnya kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan serta parahnya tingkat kerusakan lingkungan hidup. Bahkan masih ada yang memiliki angka buta aksara yang cukup tinggi. Rintisan yang dilakukan oleh Universitas Islam Antara Bangsa Malaysia (International Islamic University of Malaysia – IIUM) bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) baru-baru ini dengan menggelar seminar internasional yang bertajuk “Negara-negara Muslim dan Pembangunan : Capaian, Hambatan dan Alternatif Penyelesaian ( Pendekatan Multi Disiplin) ”, yang merupakan rangkaian dari Educational and Cultural Visit to Yogyakarta, Indonesia, 30 Nopember sd 5 Desember 2006, merupakan langkah awal dari sebuah perjalanan kerjasama internasional panjang yang layak diapresiasi. Dan yang lebih penting lagi, untuk ditindak lanjuti. Seminar yang dibuka oleh Menteri Pendidikan RI Prof. DR. Bambang Sudibyo ini juga dihadiri oleh Rektor IIUM Prof. Dato DR Syed Arabi Idit, Rektor UMY DR. Khoiruddin Bashory, Dekan Pasca Sarjana IIUM, Dekan ISTAC, mahasiswa pasca sarjana IIUM yang berasal dari 17 negara serta mahasiswa pasca sarjana UMY. Suatu pesamuan ilmiah yang cukup menarik, karena telah membahas hal ihwal pembangunan di negara-negara muslim dari berbagai aspek. Mulai dari Iptek, sosial, budaya dan agama; sampai kepada masalah ekonomi dan politik. Suatu pendekatan kajian pembangunan yang cukup komprehensif, yang diharapkan memberikan masukan bagi penyelesaian berbagai masalah pembangunan yang dihadapi oleh negara-negara muslim tersebut.

Read the rest of this entry »

Written by Habib Chirzin

February 17, 2008 at 10:30 am

SOLIDARITAS DUNIA ISLAM UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA

with one comment

SOLIDARITAS DUNIA ISLAM UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA

 
Oleh

M. Habib Chirzin *)

 
I-                    Lembaga Islam Tanggap Bencana

 
Islamic Relief dan Muslim Aid yang berpusat di London merupakan lembaga Islam yang telah berhasil merintis pelayanan bagi masyarakat yang tertimpa bencana. Baik bencana alam maupun bencana akibat konflik dan perang. Mereka juga berpengalaman melakukan pelayanan masyarakat miskin di wilayah-wilayah yang tertinggal dalam pembangunan di berbagai belahan dunia, seperti di Asia Selatan, Afrika Barat, bekas Uni Soviet, kawasan Balkan dan  Bosnia Herzigovina. Banyak proyek-proyek mereka yang cukup berhasil. Bahkan diantaranya pernah mendapat penghargaan internasional, seperti yang diterima oleh Br. Yusuf Islam (Cat Steven), pelantun lagu “Morning has Brooken” yang pernah menjadi “hit” pada tahun 1970-an. Penghargaan dunia tersebut diterima dari World Association of NGOs (WANGO) di Budapest, Hungaria, pada bulan Oktober 2004, di mana penulis berkesempatan diundang menjadi salah seorang yang memberikan pidato sambutan. 

  Read the rest of this entry »

Written by Habib Chirzin

February 17, 2008 at 10:28 am

UMAT ISLAM, PERDAMAIAN DAN PEMBANGUNAN DUNIA : KONPERENSI DI ISTANA CAUX, SWISS

leave a comment »

UMAT ISLAM, PERDAMAIAN DAN PEMBANGUNAN DUNIA : KONPERENSI DI ISTANA CAUX, SWISS

Catatan Perjalanan M. Habib Chirzin

Dunia yang terbelah dan Perdamaian

Harapan umat Islam dan masyarakat dunia pada umumnya akan terciptanya tatanan dunia yang lebih damai, adil dan lestari,  setelah berakhirnya perang dingin pada tahun 1989, yang antara lain ditandai dengan runtuhnya komunisme dan pecahnya Uni Soviet; ternyata tidak kunjung terwujud. Penulis yang pada saat itu menyaksikan runtuhnya tembok Berlin, dan proses bersatunya Jerman Barat dengan Jerman Timur, mengharapkan dunia akan meninggalkan politik perlombaan senjata dan agresi militer  yang sudah menelan korban jutaan jiwa manusia, khususnya masyarakat sipil yang terdiri dari anak-anak dan kaum perempuan. Tidak kurang mengerikannya, korban yang berupa rusaknya lingkungan hidup dan daya dukung sistem kehidupan di atas planet bumi. Terutama saat terjadinya Perang Teluk pada tahun 1992 yang disebut sebagai “eco war”, perang penghancur lingkungan hidup. Meskipun sebenarnya semua bentuk peperangan telah menyebabkan kerusakan lingkungan, baik akibat langsung dari penggunaan senjata, terutama senjata biologi; maupun akbibat dari pengungsian besar-besaran yang merusak tanah pertanian  maupun ladang yang produktif.

Read the rest of this entry »

Written by Habib Chirzin

February 17, 2008 at 10:08 am

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PEMAJUAN HAM DI INDONESIA

leave a comment »

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PEMAJUAN HAM DI INDONESIA

 

Drs. M. Habib Chirzin

 

Mukaddimah

Perkembangan upaya pemajuan, penghormatan, penegakan dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia merupakan perjalanan bangsa yang panjang. Mulai dari lahirnya kesadaran untuk bernegara dan menentukan nasib sendiri, pada masa Kebangkitan Nasiaonal, sampai dengan pembentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Penyususunan Rancangan Aksi Nasional Hak Asasi Manusia dan berbagai upaya penegakan dan pemenuhan Hak Sipil dan Politik, maupun Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya yang akhir-akhir ini semakin mencuat di tengah-tengah derap reformasi. Pada tingkat kerjasama Regional Asia Pasifik misalnya, dalam workshopnya yang ke 12 yang diselenggarakan di Doha, Qatar, pada tnggal 4 sd 6 Maret 2004 yang lalu, disepakati untuk mendorong negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk melakukan empat kegiatan utama 1- Pendirian dan Penguatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, 2- Penyususnan Rancangan Aksi Nasional HAM, 3- Penyelenggaraan Pendidikan HAM di semua jenjang pendidikan, 4- Ratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR) dan Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Kegiatan penegakan HAM dan perlindungannya semakin menjadi agenda nasional yang  penting di kawasan Asia Pasifik, termasuk di Indonesia. Memasuki millennium baru di Abad 21, bangsa-bangsa di dunia semakin dituntut untuk melakukan proses demokratisasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (good governance), penguatan masyarakat madani (civil society) dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, agar dapat memasuki pergaulan masyarakt dunia yang maju, adil, damai dan beradab. Selain untuk menciptakan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermartabat, berkeadilan dan demokratis. Tuntutan demokratisasi ini sebenarnya telah bergaung sejak terjadinya proses dekoloniasi di negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin, setelah berakhirnya Perang Dunia II, pada awal tahun 40-an.. Demikian pula tuntutan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) ini berpuncak dengan disahkan dan diprokamasikannya the Universal Declaration of Human Rights, oleh resolusi Majlis Umum PBB pada tgl. 10 Desember 1948  di Lake Success. Meskipun perkambangan pemikiran dan  perumusan serta pelaksanaan demokrasi dan Hak Asasi Manusia tersebut telah dimulai oleh para filsuf Yunani pada abad-abad sebelum Masehi. Sedangkan penguatan masyarakat madani (civil society) ini semakin aktual dalam masyarakt dunia, setelah berakhrinya era perang dingin; dengan runtuhnya bekas Uni Soviet, pada akhir tahun 1980, Meskipun konsep tentang pembangunan masyarakat madani dalam hubungannya dengan proses demokratisasi ini secara jelas, dirumuskan oleh tokoh sosiologi dari Perancis, Alexis de Toqcuiville (1805-1859) yang menulis buku “Democracy in America“, setelah kunjungannya ke Amerika Serikat pada 1835.

 

Read the rest of this entry »

Written by Habib Chirzin

February 17, 2008 at 10:03 am

HAK PEMBANGUNAN SEBAGAI HAK ASASI MANUSIA

leave a comment »

HAK PEMBANGUNAN

SEBAGAI HAK ASASI MANUSIA

 

Oleh : M. Habib Chirzin

 

 

Diskursus tentang masalah hak-hak asasi manusia akhir-akhir ini memperolah konteksnya yang baru dalam hubungannya dengan masalah pembangunan yang berkelanjutan serta pembangunan yang berpusat pada manusia. Keterkaitan yang esensial antara hak-hak asasi manusia dengan masalah lingkungan hidup, pembangunan dan perdamaian, akhir-akhir ini semakin diapresiasi dan didasari oleh para penentu kebijkan, pakar dan pekerja pembangunan, pembela hak-hak asasi manusia dan pemrakarsa perdamian. Sehingga, terjadi berbagai diskursus yang mendasar tentang konsep-konsep hak-hak asasi manusia, penjabaran dan implementasinya, situasi sosio-kultur dan historis masyarakat lokal, serta budaya asli yang konkret.

  Read the rest of this entry »

Written by Habib Chirzin

February 17, 2008 at 10:00 am

REFORMASI HAK ATAS PEMBANGUNAN DI TAHUN 2008

leave a comment »

REFORMASI HAK ATAS PEMBANGUNAN DI TAHUN 2008

(Catatan dari diskusi dengan Prof. DR. Eyup Ganic, mantan Presiden Bosnia Herzegovina)

 

Oleh

 

M. Habib Chirzin

(President, Islamic Forum for Peace, Human Rights and Development)

 

1-       Wacana Baru Pembangunan Manusia.

 

Memasuki tahun 2008, wacana pembangunan manusia (human development) semakin memperoleh perspektif holistik, dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan hidup, harmoni sosial, pemajuan budaya, perdamaian dan penghormatan hak asasi manusia. Tuntutan reformasi pembangunan yang berbasis HAM semakin disuarakan oleh penduduk dunia. Pendekatan yang berbasis HAM pada prinsipnya adalah realiasasi yang secara eksplisit menghubungkan kebijakan pembangunan, tujuan, proyek dan hasilnya kepada standar HAM internasional (international human rights standards), yang menuntut bahwa pembangunan harus diarahkan kepada pemenuhan HAM. Demikian pula, pendekatan pembangunan yang berbasis HAM ini merupakan strategi proaktif untuk mengubah hak-hak asasi manusia menjadi tujuan pembangunan dan standar-standarnya. Misalnya, proyek-proyek pendidikan, kesehatan, air bersih dan reformasi agraria, harus dirancang dan dikerangkakan dengan, dan secara substansial diarahkan kepada pemenuhan aspek prosedural dan substantif dari hak-hak asasi manusia yang berkaitan. Pada intinya, pendekatan pembangunan berbasis HAM ini merupakan upaya untuk  mengubah tujuan dan sasaran pembangunan kepada hak, pemenuhan, perlindungan, tanggung jawab dan akuntabilitas. Pendekatan ini sudah barang tentu juga mendasarkan diri pada Deklarasi PBB tentang Hak atas Pembangunan yang telah diadopsi oleh Sidang Umum PBB, pada bulan Desember 1986. Namun sampai dengan berakhirnya tahun 2007 yang lalu, setelah 21, realiasinya belum sebagaimana yang dimanatkan di dalam deklarasi tersebut.

  Read the rest of this entry »

Written by Habib Chirzin

February 17, 2008 at 9:56 am