Habib Chirzin’s Weblog

Blog On Peace, Human Rights and Human Responsibilities

PERDAMAIAN DAN HUMAN SECURITY

leave a comment »

Human Security Makin Jadi Model Perdamaian
[Agama dan Pendidikan]
Diskusi Perdamaian di Uhamka
Human Security Makin Jadi Model Perdamaian

Jakarta, Pelita

Sejak berakhirnya perang dingin dengan runtuhnya tembok Berlin (Jerman) dan pecahnya Uni Sovyet, human security (keamanan manusia) menjadi model perdamaian dan pembangunan manusia karena konsep ini secara komprehensif mampu memadukan antara konsep keamanan konvensional dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, politik komunitas dan keamanan lingkungan.

Nobel perdamaian, salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia, bahkan kini memilih orang-orang yang berhasil memberantas kemiskinan seperti Muhammad Yunus dengan Graameen Bank-nya. Ini pertanda bergesernya paradigma perdamaian ke arah human security yang bersifat komprehensif, kata Direktur Pusat Studi Perdamaian dan Human Security Habib Chirzin, di Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka) Jakarta, Selasa (23/9).

Habib Chirzin mengatakan pada saat ini setelah berakhirnya perang dingin keadaan sudah banyak berubah. Demikian pula dengan konsep perdamaian dan keamananpun mengalami perubahan.

Pengertian perdamaian positif (\”positive peace\”) tidak hanya berarti tidak adanya perang atau konflik bersenjata, tetapi terpenuhinya semua hak-hak dasar manusia untuk hidup dalam sistem kemasyarakatan dan kenegaraan yang demokratis sesuai dengan harkat dan martabat manusia.

Habib Chirzin mengatakan, Ketua Commission on Human Security (2003) Dr Sadako Ogata, mengemukakan, keharusan mengubah paragdigma keamanan dari berpusat pada negara (state centric) menjadi berpusat pada individu manusia.

Masalah perdamaian dan keamanan bukanlah sekedar mengenai perang dan konflik, tapi juga mengenai kemiskinan, penyakit dan kerusakan lingkungan, kata Habib Chirzin mengutip Sekjen PBB Koffi Annan (2005).
Mengenai perdamaian di bidang lingkungan, Habib Chirzin mengatakan bahwa saat ini banyak terjadi pembalakan liar dan polusi CO2 makin meningkat sehingga menyebabkan terjadinya pemanasan global. Hal ini perlu diatasi agar terjadi perdamaian dunia.

Di bidang keamanan pangan, ia mengatakan, jika tidak hati-hati menangani pangan maka akan menyebabkan banyak kematian dan bisa juga berujung kepada perang.

Sementara itu Wakil Rektor Uhamka Pujo Sumedi mengatakan, perdamaian dunia merupakan kebutuhan umat manusia, termasuk juga umat Islam. Umat Islam, katanya, juga harus turut menciptakan perdamaian dunia.

Dengan perdamaian dunia, katanya, maka akan terwujud kesejahteraan masyarakat.

Uhamka, katanya, turut berupaya menciptakan perdamaian dunia dengan potensi yang ada. Sebagai contoh, Uhamka, saat masih bernama IKIP Muhammadiyah, sejak tahun 1986 telah aktif melakukan berbagai kegiatan dalam kajian maupun pendidikan perdamaian.
Karena kegiatan itu, IKIP Muhammadiyah telah mendapat kehormatan dari Sekjen PBB Javier de Cuellar, dengan menerima Peace Messenger Award pada 20 September 1988 di markas PBB New York.

Hari Perdamaian Dunia yang jatuh pada 21 September, ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1981. (dik)

Written by Habib Chirzin

November 24, 2008 at 9:50 am

Posted in NEWS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: