Habib Chirzin’s Weblog

Blog On Peace, Human Rights and Human Responsibilities

PEMBANGUNAN DALAM PERSPEKTIF PERDAMAIAN

leave a comment »

Opini Jakarta | Selasa, 13 Mei 2008

Menerapkan Pembangungan dalam Perspektif Perdamaian

by : Fransiskus Saverius Herdiman

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-Moon beberapa waktu lalu menyerukan kepada pemimpin dunia untuk melakukan tindakan tanggap darurat menangani krisis pangan. Jika tidak, krisis pangan akan memicu gejolak sosial, mengganggu keamanan dunia bahkan peperangan. Seruan Ban tentu bukan sekadar isapan jempol belaka. Krisis pangan telah memicu konflik masyarakat untuk merebut sumber daya pangan dan air. Di sinilah muncul ironi pembangunan. Pembangunan yang seharusnya menciptakan kemakmuran dan memanusiakan manusia, justru telah tampil sebagai pemusnah manusia dan kemanusiaan. Pembangunan yang seharusnya menciptakan perdamaian, malah menyulut peperangan. Karena itulah, kata Habib Chirzin, sudah saatnya kita menerapkan pembangunan berperspektif perdamaian. Apa itu pembangunan berperspektif perdamaian? Berikut, perbincangan Very Herdiman dari Harian Jurnal Nasional dengan Presiden Forum Studi Perdamaian Hak Asasi Manusia dan Pembangunan, Mantan Ketua Komnas HAM, M Habib Chirzin:

Mengapa pembangunan harus berperspektif perdamaian?

Krisis yang melanda dunia termasuk Indonesia seperti krisis ekonomi, krisis pangan dan krisis energi dapat mengancam integritas suatu bangsa, mengancam keutuhan negara baik karena konflik, maupun karena gejolak sosial di dalam masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa pembangunan adalah ide perdamaian. Ekonomi erat kaitannya dengan perdamaian.

Sejak kapan ide tersebut muncul?

Hal itu sudah dimulai sejak tahun 1982. Karena krisis ekologi hasil pembangunan, akan berakibat pada krisis pangan, yakni terkait dengan kelangkaan pangan, maupun pendistribusian yang tidak adil atau produksi yang tidak ditangani oleh para petani, atau nelayan. Tahun 80-an ketika terjadi apa yang disebut dengan revolusi hijau, kami sudah memertanyakan akibat revolusi hijau itu. Karena justru mendatangkan kerusakan lingkungan, kelangkaan pangan. Paling tidak, hal itu terjadi karena pertanian monokultur serta karena penguasaan pangan oleh pengusaha dan pemilik modal. Lantas, kemudian, muncul apa yang disebut dengan revolusi biru, blue revolution dalam bidang perikanan, kelautan yang kemudian memunculkan revolusi putih dalam peternakan. Yang semua itu saling berkait berkelindan dengan keseluruhan krisis ekologi yakni lingkungan yang semakin merusak daya dukung bagi sumber kehidupan. Kelangkaan sumber pangan, ditambah dengan kebijakan nasional tentang kehutanan monokultur serta privatisasi air, dapat mengganggu keamanan suatu masyarakat. Itu yang disebut dengan human security. Keamanan manusia itu terkait dengan keamanan ekonomi, keamanan ekologi, juga keamanan lain yang menopang kehidupan yang demokratis yakni human freedom.

Apa saja cakupan human freedom?

Human Freedom mempuyai tiga cakupan atau hal pokok. Pertama, masyarakat punya hak untuk mengontrol pembangunan yang benar. Dalam politik misalnya terkait dengan jaminan bagi perempuan dalam pengambilan keputusan, kebebasan berserikat dan menyatakan pendapat. Ini adalah salah satu keamanan yang harus dijamin oleh negara. Kedua, menyangkut human well being. Negara akan utuh, aman, kalau rakyatnya sejahtera. Ini disebut economic well being. Ketiga, adalah human survival. Human survival tidak saja mengandaikan tidak adanya orang yang mati dalam peperangan, tapi juga tidak ada orang yang mati sia-sia. Tidak ada orang yang mati terbunuh dalam demonstrasi, mati karena kecelakaan, karena terlambat diobati, atau yang mati kelaparan.

Bagaimana menilai pembangunan yang damai?

Pembangunan yang damai itu bisa dilihat dari perencanaan, misalnya data yang digunakan. Kemudian apakah program pembangunan dan kebijakan pembangunan itu berpihak pada rakyat kecil, miskin, anak dan perempuan, serta kelompok yang paling rentan seperti kaum pengungsi dan para manula. Jadi harus ada perencanaan yang detail. Perecanaan pembangunan harus peacefull yakni yang memenuhi kriteria keamanan, yakni keamanan pangan, keamanan lingkungan bagi seluruh masyarakat. Ketiga, bisa dinilai dari realisasi dalam bidang pendanaannya (APBN). Yang terjadi adalah anggaran belanja kita sangat tidak seimbang. Hal ini jga dilihat dari pembayaran utang. Jadi, pendanaan itu peaceless. Kita juga melihat realisasi APBN untuk bidang pendidikan yang masih sangat kecil. Jadi, APBN kita juga peaceless. Yang terjadi sekarang ini – hemat saya – adalah pembangunan yang tidak damai, peaceless.

Penyebab kelangkaan pangan terkait dengan paradigma pembangunan?

Kelangkaan yang terjadi selama ini merupakan kesalahan paradigma yang antroposentris. Seolah-olah manusia adalah penguasa. Padahal, manusia adalah bagian dari apa yang disebut dengan masyarakat bumi (earth community). Kita adalah masyarakat bumi dan mendapat posisi yang sangat mulia. Karena itu tugas manusia adalah memakmurkan seluruh makhluk, bukan merusaknya.

Apa saja tugas negara untuk mewujudkan pembangunan berwajah damai?

Kewajiban negara adalah mengusahakan kesejahteraan, melindungi hak-hak masyarakat seperti masyarakat adat, petani, dan nelayan. Negara harus memastikan hak rakyat atas tanah dan air, hak untuk mendapatkan lingkungan yang sehat. Karena hak mendapatkan lingkungan yang sehat telah dijamin kovenan internasional dalam HAM, yakni kovenan tentang lingkungan. Kewajiban negara adalah memberikan perlindungan dan memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Pembangunan adalah upaya untuk memanusiakan manusia, memulihkan kemanusiaan manusia. Karena itu, pemberantasan kemiskinan harus bersifat holistik, menyeluruh. Perlindungan harkat dan martabat manusia itu penting. Jadi tidak sekedar pemenuhan kebutuhan ekonomi untuk sesaat saja.

Sumber : Jurnal Nasional

Written by Habib Chirzin

November 24, 2008 at 10:00 am

Posted in INTERVIEW, NEWS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: