Posts Tagged ‘iofc’
SOLIDARITAS DUNIA ISLAM UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA
SOLIDARITAS DUNIA ISLAM UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA
Oleh
M. Habib Chirzin *)
I- Lembaga Islam Tanggap Bencana
Islamic Relief dan Muslim Aid yang berpusat di London merupakan lembaga Islam yang telah berhasil merintis pelayanan bagi masyarakat yang tertimpa bencana. Baik bencana alam maupun bencana akibat konflik dan perang. Mereka juga berpengalaman melakukan pelayanan masyarakat miskin di wilayah-wilayah yang tertinggal dalam pembangunan di berbagai belahan dunia, seperti di Asia Selatan, Afrika Barat, bekas Uni Soviet, kawasan Balkan dan Bosnia Herzigovina. Banyak proyek-proyek mereka yang cukup berhasil. Bahkan diantaranya pernah mendapat penghargaan internasional, seperti yang diterima oleh Br. Yusuf Islam (Cat Steven), pelantun lagu “Morning has Brooken” yang pernah menjadi “hit” pada tahun 1970-an. Penghargaan dunia tersebut diterima dari World Association of NGOs (WANGO) di Budapest, Hungaria, pada bulan Oktober 2004, di mana penulis berkesempatan diundang menjadi salah seorang yang memberikan pidato sambutan.
UMAT ISLAM, PERDAMAIAN DAN PEMBANGUNAN DUNIA : KONPERENSI DI ISTANA CAUX, SWISS
UMAT ISLAM, PERDAMAIAN DAN PEMBANGUNAN DUNIA : KONPERENSI DI ISTANA CAUX, SWISS
Catatan Perjalanan M. Habib Chirzin
Dunia yang terbelah dan Perdamaian
Harapan umat Islam dan masyarakat dunia pada umumnya akan terciptanya tatanan dunia yang lebih damai, adil dan lestari, setelah berakhirnya perang dingin pada tahun 1989, yang antara lain ditandai dengan runtuhnya komunisme dan pecahnya Uni Soviet; ternyata tidak kunjung terwujud. Penulis yang pada saat itu menyaksikan runtuhnya tembok Berlin, dan proses bersatunya Jerman Barat dengan Jerman Timur, mengharapkan dunia akan meninggalkan politik perlombaan senjata dan agresi militer yang sudah menelan korban jutaan jiwa manusia, khususnya masyarakat sipil yang terdiri dari anak-anak dan kaum perempuan. Tidak kurang mengerikannya, korban yang berupa rusaknya lingkungan hidup dan daya dukung sistem kehidupan di atas planet bumi. Terutama saat terjadinya Perang Teluk pada tahun 1992 yang disebut sebagai “eco war”, perang penghancur lingkungan hidup. Meskipun sebenarnya semua bentuk peperangan telah menyebabkan kerusakan lingkungan, baik akibat langsung dari penggunaan senjata, terutama senjata biologi; maupun akbibat dari pengungsian besar-besaran yang merusak tanah pertanian maupun ladang yang produktif.